Friday, July 10, 2009

MAID BAN (PEMBEKUAN TKW KEMALAYSIA)

Pembekuan sementara pengiriman pembantu rumah Indonesia ke Malaysia cukup membuat pusing kepala. Pembekuan pengiriman TKW itu berlangsung sejak bulan lepas setelah seorang Majikan Malaysia didakwa telah menganiaya pembantunya seorang TKW Indonesia.Kasus itu langsung mencuat dan mengemparkan kenyamanan majikan. Apalagi kemudian terdapat kasus susulan yang juga melibatkan pembantu rumah asal Indonesia yang didera dan dianiaya oleh majikan.

Orang Malaysia,para calon Majikan menjadi gusar dan binggung karena pembekuan TKW ini. Para TKW juga terlantar dan bosan karena menunggu terlalu lama di penampungan. Lalu siapa yang di untungkan? Yang dirugikan? Every one!

Sebenarnya tindakan pemerintah Indonesia dan niatnya, baik untuk mencegah terulangnya penindasan terhadap pembantu asal Indonesia. TApi cara yang ditempuh dengan memberlakukan pembekuan itulah yang terasa sedikit melampau dan merugikan TKW itu sendiri.

Apalagi tuntutan yang diminta pemerintah Indonesia yang menurut para Majikan terlalu mengada-ada. Seperti permintaan agar pasport di pegang oleh pemiliknya atau cuti 1 minggu sekali.

Pasport dipegang oleh majikan adalah untuk jaminan ketenangan perasaan kedua belah pihak terutama majikan. Agar pembantu tidak kabur dan pasport tidak hilang.
Tapi entahlah...pikiran orang kan susah di tebak.

MENCEGAH BANJIR dengan MEMBAKAR HUTAN

“Jangan salahkan Iklim!
Tapi salahkan kinerja departemen yang bersangkutan yang tidak becus mengurus kemakmuran rakyat dan tidak mau belajar dari pengalaman….”

“Lempar Tahu sembunyi tangan…” dan “Saling menyalahkan..” adalah suatu pemecahan solusi yang paling banyak terjadi akhir-akhir ini. Apalagi ketika Banjir mulai melanda. Rakyat akan menyalahkan Pemerintah yang tidak tanggap dan kurang memperhatikan keadaan lingkungan sekitar. Pemerintah menyalahkan rakyat karena membuang sampah sembarangan sehingga menyebabkan pendangkalan di aliran pembuangan atau drainase yang menjadi penyebab utama banjir.

Pertanyaannya adalah.. apakah sudah begitu besar Gap yang ada antara pemerintah dan Rakyat sehingga mereka engan bekerja sama untuk menyelesaikan masalah yang notabene merugikan keduannya?”

Problem ini bukan hanya terjadi di Indonesia. Tapi juga di Malaysia. Setiap kali musim hujan, pasti kebanjiran. Dan setiap kali kemarau pasti muncul kebakaran hutan. Dan setiap kali timbul masalah pasti saling mengkambing hitamkan.

Lalu kapan masanya kita duduk berdiskusi bertukar pikirann untuk mencari solusi pencegahan Banjir dan kebakaran Hutan?
Diskusi antara Rakyat dan Pemerintah. Apakah terlalu muluk-muluk?

Saturday, June 20, 2009

I LOVE INDONESIA

Home sweet home! Sejauh mana sungai mengalir, akhirnya pasti akan mencapai laut jua.
INDONESIA jika di lihat dari kejauhan bagai untaian Zambrut hijau yang terciprat lumpur. Itulah negeriku. Tempat aku dilahirkan, dibesarkan dan di buai dengan adat istiada kemasyarakatan yang kental berazaskan jiwa persatuan dan kesatuan serta semangat kekeluargaan tanpa memandang suku bangsa, kasta dan agama. Azas utama pembangunan Indonesia yang kini telah dianggap usang dan tak berguna.
Pertiwiku tercinta pernah tercerai berai suatu masa dahulu. Dampaknya bukan saja menengelamkan kemasyhuran negara tapi juga memecah belah bangsa. Segelintir orang mempunyai ambisi. Sekelompok orang mempunyai motivasi, dan segolongan orang menginginkan independesi tanpa melihat akibat.
Tujuannya hanya satu. Memerdekakan tanah leluhur yang sudah pun merdeka. Kolusi Korupsi dan nepotisme menjadi isu yang tak bisa disekat. Setiappenguasa baru berjanji untuk untuk menumpas habis KKN. Tapi ternyata, mereka malah membudidayakannya. Bukan secara terang-terangan. Tapi seperti membelah udang disebalik batu. Invisible dan halimunan.
Meski begitu, sangat susah untuk melupakan Indonesia. Dalam nadiku mengalir darah pertiwi tercinta. Dalam setiap tarikan nafasku, ada seketul asa yang pada suatu ketika nanti Indonesia akan kembali bangkit dengan semangat pancasila dan Bhineka tunggal ika.
I LOVE INDONESIA! No Doubt!

Wednesday, February 25, 2009

Buka Mata, Buka Telinga GALI SELOKAN

Musim penghujan tiba artinya rumput menghijau dan banjir merajalela. Daerah genangan air yang muncul setiap ada hujan deras antara lain adalah:

Daerah Jember: Jalan Raya Kencong, depan Telkom hingga gedung Bioskop
Daerah Lumajang: Dari Tempeh hingga Daerah Sumber Suko.

Mohon aparat yang terkait turun tangan. Jangan sampai daerah yang tergenang berubah menjadi air bah. Sebab kini bukannya jamannya Bahtera nabi NUH.

Dari hasil pengamatan, penyebab utama munculnya genangan air yang menganggu lalu lintas itu adalah akibat tidak adanya selokan, selokan yang tertutup rapat sehingga tidak ada aliran pembuangan, atau bahkan akibat dari pendangkalan jalur drainase.

RAMALAN PRIMBON JAWA


Ramalan yang didasarkan pada perhitungan hari dan pasaran. Yang bisa di ramal adalah nasib, perjodohan dan rezeki. Ramalan ini bukan mutlak untuk di percayai. Tapi merupakan salah satu cara untuk meningkatkan kewaspadaan dan berhati-hati.

Hampir semua hal bisa di ramal dengan perhitungan hari dan pasaran. Tergantung standar ukur atau patokannya. Misal ramalan untuk mendirikan rumah, patokannya tidak sama dengan ramalan perjodohan. Ramalan untuk melakukan perjalanan jauh, berbeda dengan ramalan perwatakan anak lahir.

Dalam tradisi Jawa, ada aplikasi-aplikasi tertentu untuk membentengi diri dari hal-hal buruk yang berasal dari luar, atau meningkatkan Innersense. Biasanya dengan melakukan tirakat. Baik yang berupa puasa maupun ‘melekan’(mengurangi tidur malam). Puasa yang terkenal dalam tradisi jawa adalah puasa ‘Dino Renteng’ dan ‘Dino petang puluh’.

Puasa ‘dino renteng’ adalah puasa yang dilakukan selama tiga hari berturut-turut dimana jumlah hari dan pasaran jika ditambahkan hasilnya sama.

Puasa ‘dino petang puluh’ adalah puasa selama tiga hari berturut-turut dimana jika hari dan pasarannya di jumlahkan hasilnya adalah 40.

TITIAN MUHIBAH (Indonesia-Malaysia)

Jembatan yang dibangun oleh leluhur kita yang menyatukan KL-Jakarta sudah mulai rapuh. Benang-benang kusut dan keruwetan akibat salah sangkah dan kecemburuan sosial semakin berkembang. Inilah yang akan memicu sengketa antara dua bangsa berbeda negara yang mempunyai tradisi yang sama.

Jika tidak segera di perbaiki, titian itu akan segera roboh. Dan jika itu terjadi, maka petakalah yang menimpah. Kita akan kehilangan saudara sebangsa, seagama namun berbeda negara. Terputusnya tali silahturahmi sama artinya dengan meraup bencana. Karena dengan silahturahmi itulah yang akan menciptakan perdamaian, kebersamaan dalam nuansa kekeluargaan yang harmonis saling menghormati dan setia kawan. Tidak ada salahnya berbeda pendapat. Karena itulah yang akan merekatkan kedua bangsa dalam semangat Musyawarah. Tradisi Melayu kita. Kita adalah dua bangsa yang saling melengkapi.

Malaysia dan Indonesia harus kembali bersatu. Membuang segenap sengketa dan prasangkah. Jika kita hancur, orang lain yang akan menari diatas kehacuran itu. Dan kita hanya bisa menangis menyesali diri seperti yang terjadi ketika Qobil membunuh Habil demi Iqlimah.

Titian yang serambut ini harus dijaga. Jangan sampai terbelah atau musnah.
Kitalah…generasi muda yang bertanggung jawab melanggengkannya.

Thursday, February 19, 2009

MEMBUAT PASPORT

Datang ke Kantor Imigrasi terdekat.
Memenuhi persyaratan yang dibutuhkan (disesuaikan dengan kebutuhan sang pemohon), yaitu diantaranya adalah:
1. KTP pemohon yang masih berlaku
2. Kartu Keluarga Terbaru
3. Ijazah Terakhir atau Kutipan Akta Kelahiran

Ada beberapa proses utama saat melakukan pengajuan, yaitu:
1. Mengisi formulir permohonan (formulir permohonan bisa dibeli di loket yang disediakan, harga Rp. 15.000,-)
2. Foto dan Wawancara (Melakukan pembayaran biaya Foto Rp. 55.000, pembuatan paspor sebesar Rp 200.000,- dan sidik jari Rp. 5000,-) setelah tahapan ini dilalui paspor akan diproses selama 3-4 hari kerja
3. Pengambilan Paspor.

Total waktu yang dibutuhkan selama pembuatan paspor dari awal hingga akhir selama 1 minggu. Total Biaya yang dibutuhkan sekitar Rp 300.000,- jika proses di lakukan sendiri. Jika melalui Calo harus mengeluarkan biaya 1 kali lipat alias yaitu Rp. 600.000,-

Sekilas tentang bekerja di MALAYSIA

Pemerintah Malaysia mengizinkan tenaga kerja terampil dan tidak terampil dari Bangladesh, Indonesia, Thailand, Pakistan and Philippine untuk bekerja di berbagai sektor, antara lain:
• Perkebunan
• Kontruksi
• Pabrik
• Jasa
Dengan Syarat:
• Majikan harus mengajukan lamaran untuk memperkejakan orang asing pada:

Director,
Foreign Workers Division,
Level 2, Block K (South),
Damansara Town Centre,
50550 Kuala Lumpur.

• Calon pekerja Mempunyai dokumen resmi ( pasport, medikal, calon majikan dan pekerjaan)
• Selama masa pengajuan lamaran, calon tenaga kerja harus berada di luar wilayah Malaysia hingga permohonan untuk mendapat Visit Pass disetujui.
• Permohonan di ajukan oleh calon Majikan di kantor Imigrasi terdekat.

Dan Jika Anda ingin kerja ke Malaysia, telah mempunyai Job, tapi binggung dengan cara pengurusannya, Pegawai Depnaker Setempat pasti tidak akan segan membantu anda

AGROBISNIS : SATO IMO alias TALAS JEPANG

Satoimo atau talas Jepang atau colocasia esculenta var. antiquorum.

Budi daya talas Jepang atau satoimo (colocasia esculenta var. antiquorum) menjanjikan keuntungan yang sangat besar dan tidak membutuhkan teknologi yang rumit. Masyarakat Jepang, hingga kini membutuhkan sedikitnya 360.000 ton per tahun. Yang diperoleh dari jumlah data konsumsi per kapita penduduk Jepang sebanyak tiga kg per orang per tahun. Sementara penduduk Jepang saat ini mencapai sekitar 120 juta jiwa. Sehingga, diperkirakan, kebutuhan satoimo masyarakat Jepang mencapai 360.000 ton per tahunnya atau setara dengan 36 juta kg.

Sementara itu, produksi di negeri matahari terbit itu setiap tahunnya menurun seiring dengan kenaikan biaya tenaga kerja. Produksi satoimo Jepang sejak 1996, terus menurun dan saat ini tinggal 250.000 ton per tahun. Akibatnya, setiap tahun negara itu mengimpor sebanyak 110.000 ton satoimo.

Bahkan, menurut perkiraan, produksi satoimo Jepang tahun ini jauh di bawah 250.000 ton. Mengingat lahan budi daya pertanian di sana sangat terbatas. Selain itu, di Jepang, untuk mengelola komoditas itu perlu tenaga kerja yang bekerja secara tradisional, sedangkan masyarakat di sana kini lebih tertarik bekerja dengan teknologi mekanis.
Untuk memenuhi kekuranga tersebut, Jepang mengimport dari negara tetangga terutama Cina yang juga merupakan produsen Sato Imo terbesar.

Di Jember, PT Multiagro Agriculture yang berada di berlokasi di Kecamatan Jenggawah, juga sedang mencoba membudidayakannya. Sebenarnya Indonesia mempunyai ekosistem yang tepat untuk budi daya sato imo. Hanya saja, tanaman ini mempunyai pamor yang kurang menarik di banding jenis palawija local yang ditanam petani yang mana para petani sudah tahu pasti pangsa pasar dan konsumennya. Sementara Sato Imo mempunyai orientasi Eksport yang prosedur pemasarannya lebih complex dan Njelimet.